MERAWAT BAYI PREMATUR UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK


Created At : 2020-11-16 00:00:00 Oleh : RSUD Muntilan Info Kesehatan/Promosi Kesehatan RS Dibaca : 450
Angka kelahiran bayi premature didunia mencapai 15.000.000/tahun, dan Indonesia merupakan salah satu penyumbang kelahiran prematur terbesar diurutan ke 5. Dalam 10 kelahiran, satu diantaranya lahir dengan premature, yaitu lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Pada Tri Bulan ke III tahun 2020 ini, 12,6 % bayi yang dirawat di RSUD Muntilan adalah bayi yang lahir premature, dengan berat antara 500 gram – 2499 gram. 
Bayi premature lahir dengan organ yang relative sudah terbentuk sempurna, namun fungsi dari masing-masing organ belum optimal, dengan ciri-ciri :
- bayi tampak kecil, 
- kulit tampak mengkilat, 
- kulit banyak ditumbuhi rambut-rambut yang halus, 
- gerak kurang aktif, 
- reflek hisap, reflek menelan dan reflek lainnya masih belum kuat. 
Hal ini biasanya disebabkan oleh beberapa factor, baik dari ibu, bayi maupun karena factor yang lain, diantaranya adalah :
- ibu dengan hipertensi, pre eklampsi, diabetes, kurangnya nutrisi saat hamil, anemia, usia ibu terlalu muda,
- kehamilan kembar, air ketuban yang berlebihan, 
- gaya hidup tidak sehat, 
- infeksi 
Jadi tujuan utama perawatan bayi premature adalah tidak hanya mampu bertahan dan hidup, tapi pertumbuhan dan perkembangannya dapat optimal sesuai dengan usianya. 
Perawatan bayi premature yang dimulai saat dilahirkan sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. 60 detik pertama kehidupan (the golden minute) ventilasi harus optimal, 60 menit pertama (the golden hour) STABLE harus sudah tercapai (Sugar, Temperature, Airway, Blood Pressure, Laboratory examination, Emotional support). Pertolongan pada gawat nafas wajib diberikan dengan metoda dan cara yang tepat. Pemberian nutrisi terutama ASI diberikan dengan agresif untuk bayi sangat premature. Pencegahan infeksi wajib dilakukan dengan menerapkan kebersihan tangan, pembersihan lingkungan, meningkatkan teknik septik dan santiseptik pada prosedur invasive, melakukan prosedur perawatan dengan benar, penggunaan antibiotik yang tepat guna, dan prakten pemberian minum yang aman. 
Hal lain yang wajib diterapkan adalah menjaga kenyamanan bayi dengan menerapkan siklus siang-malam (menutupi incubator), menurunkan kebisingan, menjaga kelembaban udara yang masuk pada system pernafasan, memposisikan bayi dengan posisi yang sama didalam rahim dengan pembatas (nest), mengurangi rasa nyeri saat prosedur tindakan, menerapkan perawatan metode kanguru dan mempersiapkan ibu sedekat mungkin dengan bayi.
Hari Premature Sedunia tanggal 17 Nopember 2020, “together for babies born too soon, caring for the future” dan sesuai dengan visi RSUD muntilan yaitu “Menjadi Rumah Sakit Pilihan Pertama dan Utama”, maka RSUD Muntilan menyediakan ruangan khusus untuk merawat bayi premature, yaitu Ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan dalam perawatan tersebut, diantaranya adalah : 
- Incubator/incubator transport
- Infant warmer
- Ventilator, NCPAP, Neopuff
- Infus pump, syringe pump, bedside monitor neonatus
- Perawatan Metode Kanguru
- Tenaga/sumber daya manusia yang mendukung diantaranya adalah Dokter Spesialis Anak (Konsultan Neonatolog), dokter Spesialis Anak dan Perawat yang sudah mempunyai sertifikat pelatihan 
- Ruang NICU RSUD Muntilan juga menyediakan ruang khusus untuk penyimpanan ASI, ruang khusus untuk ibu menyusui dan ruang khusus untuk isolasi. 
Sebagian besar bayi premature tersebut dirawat lebih dari 15 hari, dengan pembiayaan umum, KIS maupun jampersal. Kriteria pemulangan bayi premature adalah apabila bayi sudah mampu minum sesuai target yang diharapkan, ibu mampu  merawat bayinya secara mandiri dan berat badan naik sesuai target yang diharapkan. 
Dalam masa pandemi ini, Ruang NICU juga menerapkan semua protocol kesehatan yang diwajibkan, diantaranya adalah selalu cuci tangan, memakai masker (APD), jaga jarak dan mengurangi kerumunan. 

Instalasi NICU RSUD MUntilan Kabupaten Magelang