A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/rsud/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/rsud/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/rsud/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/rsud/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/rsud/public_html/index.php
Line: 317
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/rsud/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/rsud/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/rsud/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/rsud/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/rsud/public_html/index.php
Line: 317
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/rsud/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/rsud/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/rsud/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/rsud/public_html/index.php
Line: 317
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Ketahui Sejak Dini Tentang Depresi

Administrator Kesehatan RSUD Muntilan Info Kesehatan/Promosi Kesehatan RS

Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan jiwa yang memerlukan perhatian serius karena menurut World Health Organization (WHO, 1990) dari 10 masalah kesehatan utama yang menyebabkan disabilitas, 5 diantaranya adalah masalah kesehatan jiwa yaitu:  depresi, alkoholisme, gangguan bipolar, skizofrenia, dan obsesif kompulsif. World Health Organization (WHO) juga memprediksikan pada tahun 2020 mendatang depresi akan menjadi penyakit urutan kedua dalam menimbulkan beban kesehatan.

Menurut catatan World Health Organization (WHO, 2017), lebih dari 350 juta orang sedang mengalami depresi. Selain itu, Depresi juga merupakan factor utama penyebab disabilitas dan merupakan beban besar dalam pembiayaan kesehatan suatu Negara. Dan perlu kita ketahui bahwa bunuh diri akibat depresi telah menjadi penyebab kematian tertinggi kedua, khususnya mereka yang berusia 15 -29 tahun. Karena depresi yang tidak ditangani akan memperbesar persentase kasus bunuh diri.

Dan di Indonesia, hasil Riskesdas 2013 menunjukkan terdapat 14 juta orang yang mengalami gangguan mental emosional dengan gejala utama depresi dan kecemasan. Sedangkan penyebab kematian akibat depresi menduduki peringkat ke delapan dengan menyumbang 3 persen dari total angka kematian.

Untuk data di RSUD Muntilan Kabupaten Magelang sendiri, Pasien dengan diagnosa depresi selama lima tahun terakhir sebagai berikut :

         

Dari data tersebut diatas dapat diketahui bahwa data pasien dengan diagnosis depresi terbanyak ada di tahun 2013, dan untuk tahun 2017 ini yang baru sampai dengan triwulan 1 datanya sudah mencapai 7 orang. Itu artinya data dari tiap tahun yang berbeda-beda mengindikasikan bahwa banyak orang mengira jika depresi merupakan kondisi yang tidak memiliki kaitan apapun dengan kesehatan dan mereka tidak menyadari bahwa diri mengalami depresi. Selain itu, banyak orang juga yang menganggap bahwa depresi adalah sesuatu yang sepele dan bisa hilang dengan sendirinya, padahal sebenarnya, depresi adalah bentuk suatu penyakit yang lebih dari sekadar perubahan emosi sementara. Depresi bukanlah kondisi yang bisa diubah dengan cepat atau secara langsung.

Sebenarnya masih banyak penderita depresi yang tidak mengakui kondisi mereka, sehingga tidak pernah ditangani atau setidaknya dibicarakan. Masalah depresi sering tidak tertangani baik dikarenakan karena terhalang terapinya oleh hal-hal seperti stigma, tidak terdeteksi di praktek sehari-hari, pembiayaan depresi yang tinggi dan terapi yang tidak seragam serta berdasarkan rujukan ilmiah yang jelas. Oleh karena itu, maka ada baiknya untuk kita mulai sedikit memahami masalah depresi yang ada di sekitar kita sejak dini. Jangan heran jika ternyata orang-orang terdekat kita mengalami masalah depresi. Salah satu yang bisa kita bantu adalah menjadi pendengar yang baik dan membuat orang yang mengalami depresi bisa berbicara tentang depresinya.

Untuk lebih mengenal apa itu depresi, kita harus tahu lebih dahulu arti dari depresi itu sendiri.....

Menurut WHO (World Health Organization, 2017), Depresi adalah penyakit yang ditandai dengan kesedihan terus-menerus dan kehilangan minat dalam kegiatan yang biasanya Anda menikmati, disertai dengan ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, setidaknya dua minggu. Selain itu, orang dengan depresi biasanya memiliki beberapa gejala berikut: hilangnya energi; perubahan nafsu makan; tidur lebih atau kurang; kegelisahan; mengurangi konsentrasi; keraguan; kegelisahan; perasaan tidak berharga, rasa bersalah, atau putus asa; dan pikiran menyakiti diri atau bunuh diri.

Secara umum, penyebab depresi tidak dapat disebutkan secara spesifik. Depresi terpicu oleh kombinasi beberapa faktor. Berikut beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya depresi antara lain:

1.    Konflik dan stress psikologis
2.    Tidak  berpikir positif terhadap orang lain.
3.    Kehilangan orang terdekat, atau hal-hal yang sangat berharga.
4.    Sering mengalami kejadian negatif.
5.    Peristiwa kematian orang yang dicintai
6.    Penyakit fisik : jantung, stroke, diabetes, kanker

Menurut WHO (World Health Organization, 2010), Gejala depresi ditandai dengan  munculnya  :
1.    penurunan mood, 
2.    kehilangan  minat  terhadap sesuatu, 
3.    perasaan  bersalah, 
4.    gangguan  tidur  atau  nafsu  makan,
5.    kehilangan energi, dan
6.    penurunan konsentrasi

Gejala depresi tersebut diatas sering kali tidak dikenali. Beberapa orang yang kita temui sehari-hari juga sering kali tidak bisa membedakan antara depresi dan gangguan jiwa lainnya. Perasaan depresi seolah sangat dekat dengan kehidupan manusia. Siapa saja bisa mengalami depresi tanpa memandang usia, pekerjaan bahkan tingkat sosial orang tersebut.

Akibat dari depresi itu sendiri yaitu berkurangnya kemampuan untuk melaksanakan  tugas sehari-hari, mengganggu hubungan dengan keluarga dan teman-teman, kemampuan untuk mencari nafkah terganggu, bahkan Depresi dapat memicu munculnya keinginan untuk melakukan bunuh diri.

Seringkali orang yang mengalami depresi mengetahui ada sesuatu yang terjadi dalam dirinya, namun seringkali merasa rakut salah menyatakan perasaan. Terkadang mereka sudah bicara tapi tidak didengarkan, malah dinasehati, atau disalahkan. Hal tersebutlah yang sering memperparah keadaan depresi seseorang. Oleh sebab itu, jika kita peduli terhadap orang-orang disekitar kita, mulai saat ini kita dapat mencegah depresi lebih awal sebagai upaya pertolongan pertama untuk pengidap depresi adalah berbicara dengan orang-orang terdekat, menghilangkan stigma sosial terhadap pengidap depresi juga sangat membantu pemulihan depresi dan selanjutnya penanganan depresi dapat dilakukan dengan cara berkonsultasi dengan psikiater atau mengkonsumsi obat anti-depresan. Dan mungkin saja penanganannya dengan mengkombinasikan cara-cara itu.

Untuk lebih rinci berikut langkah-langkah mencegah depresi menurut Menurut WHO (World Health Organization, 2017) diantaranya yaitu :
1.    Bicara pada orang yang dipercaya, keluarga atau teman, kebanyakan orang merasa lebih baik setelah berbicara dengan seseorang yang peduli tentang mereka.
2.    Meminta bantuan pada professional psikolog atau psikiater tentang perasaan yang dialami.
3.    Bergabung dengan kelompok-kelompok sebaya sehingga dapat  saling menguatkan.
4.    Tetap terhubung dengan keluarga dan teman-teman.
5.    Berolahraga secara teratur.
6.    Membiasakan makan dan tidur yang teratur.
7.    Menerima bahwa Anda mungkin memiliki depresi dan menyesuaikan harapan Anda.
8.    Hindari atau membatasi asupan alkohol dan hentikan penggunaan obat-obatan terlarang karena hal itu dapat memperburuk depresi.
9.    Jika ada rasa ingin bunuh diri, segera hubungi seseorang untuk membantu.

Ingat: Depresi dapat diobati. Jika Anda berpikir Anda memiliki depresi, segera cari bantuan.

Depresi, Yuk Curhat!.....



(dikutip dari berbagai sumber)








 

{youtube}KvN-a32sFPs{/youtube}